Oknum Seklur di Jeneponto Diduga Minta Potongan 5 Persen untuk Pengurusan Suket Jual Beli Tanah

    Oknum Seklur di Jeneponto Diduga Minta Potongan 5 Persen untuk Pengurusan Suket Jual Beli Tanah
    Ket: Gambar ilustrasi/Indonesiasatu.co.id

    JENEPONTO, SULSEL - Salah seorang oknum Sekertaris Lurah (Seklur) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga melakukan praktik Pungutan liar (Pungli) dengan cara meminta uang kepada masyarakat sebesar 5% untuk biaya pengurusan Surat keterangan (Suket) jual beli tanah dari harga transaksi.

    Oknum Seklur yang diketahui inisial F alias TM jabatan sebagai Sekertaris Lurah di Kelurahan Pallengu, Kecamatan  Bangkala itu, diduga kuat melakukan pungutan tersebut.

    Salah satu korbannya adalah inisial JH, mengaku dimintaki uang sebesar Rp750 (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) oleh Sekertaris Lurah  tersebut untuk pembuatan surat keterangan jual beli tanah.

    Dia menjelaskan bahwa baru-baru ini ia menjual tanah miliknya kepada seseorang senilai Rp.15 juta. Sehingga ke Kantor Lurah Pallengu  mengurus surat keterangan jual beli. Anehnya dikenakan biaya/potongan 5% sesuai harga jual tanah.

    JEJAKPOLITISI.COM
    market.biz.id JEJAKPOLITISI.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Jadi pernah saya mengurus surat keterangan jual beli tanah di kantor Lurah Pallengu. Saya mau menjual tanah perumahan dengan harga Rp15 juta tapi di kelurahan dipotong 5%, saya disuruh bayar Rp.750 ribu, " beber JH.

    "Katanya kalau kita mejual tanah baik itu tanah perumahan kita dikenakan 5% sesuai harga tanah yang kita jual itu, " bebernya lagi kepada  Indonesiasatu.co.id, Minggu (13/2/2022).

    WARTAMADRASAH.COM
    market.biz.id WARTAMADRASAH.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Dia mengaku bahwa yang melakukan/meminta uang itu adalah salah satu pegawai Kelurahan Pallengu. Ia menyebutnya Sekertaris Lurah  Pallengu, Fadli Karaeng Tompo.

    Bahkan, diakuinya hal serupa itu bukan hanya dirinya saja. Akan tetapi, jika ditelusuri dikemungkinkan ada masyarakat lain mengalami  hal yang serupa.

    BROADCAST.CO.ID
    market.biz.id BROADCAST.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Yang saya kasihan ini pak masyarakat. Potongan 5% itu bagiku terlalu berat, bagaimana mi masyarakat yang tidak mampu seperti saya,   sebenarnya saya keberatan pak tapi karena sudah terlanjur biarmi saya mengalah saja karena pada saat itu saya butuh sekali uang"  ujarnya.

    Karena sudah terlanjur, Dia berharap mudah-mudahan kedepannya sistem pemerintahan yang ada di Kelurahan Palllengu, Kecamatan  Bangkala tidak melakukan hal itu lagi. Sebab, kasihan masyarakat kalau ini terus dibiarkan.

    "Mudah-mudahan tidak adami lagi masyarakat yang mengalami seperti saya, " harap JH.

    Terpisah, Sekertaris Lurah (Seklur) Pallengu, Fadli membenarkan adanya pembayaran untuk pengurusan surat keterangan jual beli tanah.

    Ditanya berapa dibayar, sapaan Karaeng Tompo itu bilang 5?ri harga transaksi jual tanah sesuai Perda nomor 5 tahun 2011.

    Ditanya lagi jika misal harga jual beli tanah sebesar Rp20 juta. Jawab Fadli "Satu juta, " tulisnya singkat melalui whasApp pribadi pukul  {14.23}.

    Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Sekertaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Mustakbirin mengatakan bahwa secara normatif tidak ada  aturan hukum yang menjadi dasar bagi Pemerintah Kelurahan untuk melakukan pungutan seperti itu.

    "Sebaiknya warga diedukasi agar setiap melakukan transaksi jual beli dilakukan dihadapan pejabat yang berwenang, yaitu PPAT Camat  atau di Notaris, " kata Mustakbirin.

    Ditanya apakah perihal tersebut masuk dalam ketegori Pungutan liar (Pungli), Mustakbirin bilang, kalau pungutan itu dibuat secara  sepihak tanpa melalui forum musyawarah LPM Kelurahan maka boleh ya. Tapi kalau kemudian keputusan itu diambil melalui  musyawarah atas dassr kesepakatan bersama melibatkan LPM, Tomas untuk digunakan secara jelas sebagai wujud partisipasi masyarakat  dalam ikut membantu pembangunan Kelurahan mungkin masih bisa ditolerir.

    "Tergantung dari aspek mana kita melihatnya. Namun demikian sebaiknya pungutan seperti itu tetap harus dihindari, " jalas Mustakbirin.

    Sehubungan hal itu, media inipun mencari sumber lain di sejumlah Kelurahan yang ada di Kabupaten Jeneponto. Seperti, Lurah  Tamanroya, Lurah Manjang Loe dan Lurah Bontotanga, senada bahwa sampai saat ini pihaknya belum temukan regulasinya.

    "Kalau di kelurahanku tidak ada yang seperti itu dibilang potongan 5% kalau ada masyarakat yang mengurus surat keterangan jual beli  tanah, kecuali masyarakat itu sendir yang ngasih pembeli rokok, " nadanya sama.

    Penulis: Syamsir

    Editor: Cq

    JENEPONTO SULSEL
    Syamsir

    Syamsir

    Artikel Sebelumnya

    Oknum Seklur Lurah di Jeneponto Diduga Minta...

    Artikel Berikutnya

    Camat Bangkala Sikapi Oknum Seklur Diduga...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 157

    Postingan Tahun ini: 3107

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 120

    Postingan Tahun ini: 2276

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 61

    Postingan Tahun ini: 588

    Registered: Jul 9, 2020

    Siswandi

    Siswandi verified

    Postingan Bulan ini: 59

    Postingan Tahun ini: 854

    Registered: Jul 11, 2020

    Profle

    Narsono Son verified

    Ketua Terpilih IPKEMINDO Jateng, Wujudkan PK Berintegritas Untuk Indonesia Bangkit
    Pembukaan Turnamen Sepak Bola Sedekah Laut, Dandim Tegal Turun Kelapangan Sebagai Center Back
    Droping Material Terus Dilakukan ke Sasaran Fisik TMMD Kodim Tegal
    Dandim Tegal Membacakan Amanat Danrem 071/WK Pada Upacara Awal Bulan Agustus

    Rekomendasi

    Lurah Tamanroya Apresiasi Pelayanan Disdukcapil Jeneponto Datangi Warga yang Sakit Terkendala KTPel dan KK
    Kawasan Mamminasata Pengembangan Transportasi, Bappenas dan Australia Fasilitasi Pemprov Sulsel
    Dari Puncak, AHY Minta Seluruh Kader Demokrat Persiapkan Upaya Raih Kemenangan di 2024
    Serba-serbi Buka Puasa 10 Muharram ASN-Non ASN Pemprov Sulsel
    Terciduk Mau Mencuri Motor di Rantepao, Tiga Pelaku Ditangkap Resmob Polres Torut

    Ikuti Kami